oleh

Kapolres Tindak 338 Kasus Kejahatan diwilayah Muarojambi

Kapolres Tindak 338 Kasus Kejahatan diwilayah Muarojambi

MUAROJAMBI,LJ – pada tahun 2019, ada 338 kasus kejahatan terjadi di wilayah hukum Polres Muarojambi. 84.6 persen di antaranya berhasil diselesaikan.

338 kasus sepanjang 2019, 287 kasus berhasil diselesaikan hal itu disampaikan Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto saat press rellease akhir tahun di Mapolres Muarojambi Senin (30/12/19).

Dalam hal paparan Kapolres, kasus kejahatan yang terjadi di Muarojambi mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Pada tahun 2018, ada 393 kasus kejahatan yang terjadi di Muarojambi dengan penyelesaian sebanyak 313 kasus.

Indeksnya, tindak pidana mengalami penurunan 55 kasus. Sementara indeks penyelesaian kasus tindak pidana mengalami peningkatan 5.02 persen bila dibandingkan dengan tahun 2018 lalu,” tutur Kapolres.

Kasus kejahatan yang terjadi, didominasi pencurian, curanmor, dan penganiayaan. Selain itu, ada beberapa kasus yang menjadi atensi, di antaranya kasus ilegal logging, Karhutla, Migas dan Korupsi yang juga ditangani Polres Muarojambi sepanjang tahun 2019 ini.

Adapun Kasus yang menjadi atensi, illegal logging ada tiga perkara. Untuk kasus Karhutla ada dua kasus, satu kasus sudah dinyatakan P21 dan satu kasus lagi masih dalam proses,”beber Kapolres.

Sementara untuk kasus Migas ada tiga perkara migas yakni ilegal drilling yang ditangani Polres Muarojambi. Sedangkan untuk korupsi, lanjut Kapolres, ada dua kasus yang merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah berhasil ditangani Kapolres. Dua kasus tersebut
Kasus Korupsi pada tahun 2016 dengan tersangka berinisial FR dan korupsi RTLH dengan tersangka AM.

Keduanya (kasus korupsi) sudah P21, dengan dengan kerugian negara sekitar Rp477 jutaan,” tegas Kapolres.(Ari)

Komentar

Berita Terkait