by

Kades Santoso Angkat Bicara,Dugaan Pungli Sporadik

Kades Santoso Angkat Bicara,Dugaan Pungli Sporadik

MUAROJAMBI,LJ – Menanggapi berita yang beredar tentang isu yang menerpa pemerintah desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kepala Desa Suak Putat Santoso melakukan klarifikasi terhadap isu tersebut, di hadapan selaluruh RT dan perangkat Desa, serta ikut dihadiri oleh perwakilan pihak kecamatan serta Kepolisian Polsek Sekernan, di aula kantor Desa Suak Putat pada Rabu siang (05/02/20).

Sebelumnya sempat di beritakan Adanya pungutan biaya pembuatan sparodik tanah di desa Suak Putat sebesar Rp 300 – 500 ribu rupiah dan adanya bantuan bedah rumah yang tidak tepat sasaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Suak Putat Santoso langsung melakukan klarifikasi terhadap isu tersebut, dengan mengumpulkan seluruh RT dan perangkat desa, serta Narasumber yang berstatment di dalam pemberitaan sebelumnya, guna meluruskan isu yang beredar tersebut.

Datuk Santoso menyebut dihadapan para RT dan perangkat desa bahwasanya tidak pernah ada pemungutan biaya pembuatan sparodik di desa nya,

“Tidak pernah ada pemerintah desa meminta biaya dan mematok harga dalam pembuatan sparodik, apalagi hingga 300 sampai 500 ribu rupiah, bahkan pembuatan sparodik itu ada yang gratis, kalaupun ada yang membayar itu bersifat seikhlasnya saja,” Tegasnya Santoso.

Terkait isu masalah bedah rumah yang sempat diberitakan tidak tepat sasaran, Datuk Santoso mengatakan bahwasanya Bedah rumah tersebut sebenarnya merupakan program BSPS dari dinas sosial, pemerintah desa hanya mengajukan data warga nya yang berhak menerima dan diseleksi langsung oleh pihak dinas sosial.

Itu bukan bedah Rumah tapi BSPS dari dinas sosial yang sifatnya swadaya, penerima bantuan boleh menambahkan dana pembangunan dari uang pribadinya dan dana yang dari dinas sosial itu langsung di transfer ke rekening penerima bantuan, desa hanya mengajukan saja kepada dinas sosial,” ungkapnya.

Terkait isu yang berkembang tentang adanya perangkat desa yang menerima bantuan program Bedah rumah, pihak desa mengaku hal itu sangat tidak benar. Seperti yang diungkapkan oleh Dedi Sulistio selaku Kasi Pemerintahan di desa Suak Putat, ia menyebut tidak ada satupun perangkat desa yang menerima bantuan bedah rumah.

“Diberita sebelumnya di sebutkan bahwa Kaur pemerintahan Desa Suak Putat ini menerima bantuan bedah rumah, namun kenyataannya di desa Suak Putat ini tidak ada kaur pemerintahan yang ada kasi pemerintahan yaitu saya sendiri dan saya tidak pernah menerima bantuan bedah rumah tersebut,” sebutnya.

Sementara itu Saipul merupakan warga yang sempat mendengar isu tersebut dan sempat berstetment di media, mengaku tidak tahu tentang kebenaran isu tersebut, dan hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut saja.

“Kalau kebenarannya itu saya tidak tahu, saya juga tidak mengerti tentang masalah pemerintahan, pendidikan saya juga cuma sebatas Sekolah Dasar,” pungkasnya.(Ari)

Comment

Berita Terkait