oleh

Hari Ini, 44 Napi Lapas Kuala Tungkal Menjalankan Program Asimilasi Pemerintah, Cegah Penularan Virus Covid 19

KUALATUNGKAL Lj – Hari ini, Kamis (2/4/20) berjumlah 44 Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat mendapatkan program Asimilasi dari Pemerintah. Program asimilasi tersebut terkait demi mencegah penularan Virus Corona (Covid-19) di Lapas Kuala Tungkal, Tanjab Barat. Kepala Lapas Kuala Tungkal, Tanjab Barat Iman Siswoyo,Bc.IP.,SH melalui Kasi Binadik dan Giatja Haszwan Affandi,SH.MH mengungkapkan, Narapidana berjumlah 44 orang ini mendapatkan program asimilasi dari Pemerintah. Jadi program ini diberikan kepada warga binaan Lapas Klas II B Kuala Tungkal yang sudah memenuhi beberapa kategori. Untuk menjalankan hukuman asimilasi dirumah. Memang ini merupakan upaya Pemerintah untuk
mencegah penularan Virus Covid 19.”Untuk hari ini, Kamis (2/4/20 red)  setelah kita infentarisir berjumlah ada sekitar 44 orang kita berikan asimilasi ini,” ungkapnya ditemui di Lapas kemarin. Menurut dia, asimilasi ini akan berkelanjutan hingga tanggal 7 April 2020 mendatang.”Kemungkinan
sampai tanggal 7 nanti akan ada susulan terkait perhitungan masa asiminasi mereka masing masing. Perhitungan sementara ada 85 orang Napi yang akan mendapat program asimilasi ini.
Berdasarkan peraturan Menteri Hukum dan Ham nomor 10 tahun 2020,” timpal pria berkulit sawo matang yang didampingi Kepala KPLP nya Buchori. Selain itu juga, tidak semua Napi Lapas Klas IIB Kuala Tungkal, Tanjab Barat mendapatkan program asimilasi tersebut, diantaranya menjalani 6 bulan pembinaan didalam dengan catatan berkelakukan baik, paling kurang sudah menjalani setengah dari masa pidana nya dan tanggal jatuh tempo pidana pokok nya atau 2/3 dari hukumannya sampai tanggal 31 Desember 2020.
“Tentu ada sangsi nya jika Napi itu melanggar peryataan asimilasi yang kita buat itu. Mereka harus dirumah masing masing. Dan apabila mereka tidak berada dirumah masing masing ketika dalam pengawasan kita mereka melanggar dari peryataan tersebut. Napi itu dianggap asimilasi nya gagal mereka dikembalikan lagi ke Lapas,” tegasnya.(IS)

Komentar

Berita Terkait