oleh

Ulil Kritisi Pengalokasian Anggaran Yang Tidak Tepat Sasaran

Ulil Kritisi Pengalokasian Anggaran Yang Tidak Tepat Sasaran

MUAROJAMBI,LJ – Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) kabupaten Muaro Jambi dalam hal ini Fraksi PAN Ulil Amri mengkritis secara keras terhadap Alokasi Anggaran Tahun 2019 Tidak Tepat Sasaran,oleh pihak pemerintah Muaro Jambi , Seharusnya Berpihak Kepada Masyarakat.

Berkaitan dengan penetapan alokasi dan penjabaran anggaran tahun 2019 masih banyak terdapat alokasi anggaran yang belum sesuai dengan prioritas dan sasaran. Hal ini disampaikan oleh Anggota dprd muarojambi fraksi PAN Ulil Amri SE.ME. Saat memberikan Rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2019 beberapa hari lalu.

Kata dia, Terdapat instansi Layanan yang terkait langsung dengan masyarakat malah tidak mendapat alokasi anggaran yang lebih besar, Seperti Dinas Tanaman Pangan (Pertanian), Dinas Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan. Padahal Dinas Dinas ini merupakan lahan usaha mayoritas masyarakat muarojambi, dan sektor ini mampu menyumbangkan PDRB sebesar 42,51 Persen tertinggi setelah PDRB Migas.

” Untuk itu kami minta Pemda untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan penganggaran, terutama pengalokasian anggaran harus memprioritaskan ke program yang menyentuh masyarakat dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pelayanan pasar, pelayanan publik dan mampu meningkatkan kinerja OPD,” Sebut Ulil Amri.

Terpisah Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura (Pertanian) M Havis ditemui di ruang kerjanya mengatakan Dinas TPH memang mendapat alokasi anggaran yang sedikit, untuk memenuhi kebutuhan para petani jauh dari kata cukup. Ia mencontohkan pada tahun ini Dinas TPH mendapat anggaran pembelian Benih Padi Sebanyak 40 Ton. Sementara luas lahan tanaman padi sawah di muaro Jambi lebih dari 7 ribu hektar, 

” Untuk satu hektar lahan sawah itu membutuhkan 25 Kilogram benih padi, sementara kemampuan anggaran kita hanya segitu, jadi bagaimana bisa tercukupi kebutuhan benih bagi petani ini, jadi untuk mensiasati nya kita gilirkan, kelompok tani yang sudah dapat bantuan tahun depannya digantikan lagi dengan kelompok yang belum dapat,” Ujarnya. (Ari)

Komentar

Berita Terkait