Bocah Kelas 2 SD Mendahara Ulu Meninggal Mandi Berenang

by -155 views
MUARA SABAK Lj – Jum’at (22/02/19) sekira pukul 17:00 WIB, warga kanal 2 Basecamp perkebunan Sawit Rt 13 Dusun Teladan Desa Pematang Rahim, Kec. Mendahara Ulu, sempat geger. Pasalnya, bocah bernama Ardi warga setempat ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, diduga korban mandi berenang akibat terseret air. Korban masih berumur delapan tahun itu berhasil ditemukan warga, meskipun sudah tidak bisa diselamatkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, Ardi merupakan warga pendatang dimana kedua orang tua nya bekerja sebagai buruh di Perkembunan Sawit PT ASA, putra dari pasangan Kasim Anjani dan Nita. Saat ini Almarhum masih sekolah dan duduk dibangku kelas 2 SD. Menurut keterangan warga, tengelamnya Ardi di dekat rumahnya di perkirakan akibat tingginya luapan air, dimana ketinggian air tidak seperti biasanya dan seiring turun hujan sehingga banyak anak anak yang bermain dan berenang dilokasi tersebut. “Nasib naas yang menimpa Ardi bocah 8 tahun diduga hanyut terbawa air, setelah diketahui bahwa Ardi memang sedang berenang bersama teman-temannya,” sebutnya. Korban diketahui tenggelam, lanjut dikatan dia setelah  teman teman dari korban berteriak ada anak yang tenggelam. Kebetulan yang mendengar paman Ardi sendiri. “Keluarga Ardi sempat membawa Ardi ke  salah Seorang Bidan Hj.Baya dengan harapan yang besar anaknya masih bisa di selamatkan, namun Allah  berkehendak lain, setelah sampai Ardi sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Berbagai upaya sudah dilakukan Hj.Nurbaya,” bebernya. Hari itu juga, keluarga almarhum korban membawa jenazah Ardi ke Medan untuk dimakamkan sesuai ajaran agama.
Terpisah, Polsek Mendahara Ulu melalui Brigadir Mizwar Harap saat berpatroli memberikan warning kepada seluruh masyarakat Desa Pematang Rahim agar semakin berhati hati dan waspada, dan bagi para orang tua yang memiliki anak agar jangan membiarkan anak anaknya untuk tidak mendekati sungai atau berenang karena ketinggian air belum mengalami penyurutan, karena ketinggian air tidak seperti biasanya. “Saya himbau masyarakat agar berhati hati dan jangan membiarkan anak main air, karena ketinggian air saat ini sudah melebihi hari seperti biasanya,” ingatkan dia kepada warga.(Ayud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *