by

Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi SMK Luqman Al Hakim Diputus 2 Tahun denda Rp 50 Juta

p-Hery Susanto,SH JPU Negeri Tanjung Jabung Barat : Kita menyatakan sikap akan banding.
KUALATUNGKAL – Setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, akhirnya terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan unit sekolah baru (USB) SMK Luqman Al Hakim Kec.Betara Tanjab Barat baru baru ini telah menjalankan sidang putusan. Terdakwa berinisial SUM menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMK Luqman Al Hakim ini diputus majlis hakim dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar dan diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan, dan menghukum terdakwa SUM membayar uang pengganti sejumlah Rp348.725.350 (Tiga ratus empat puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh lima ribu tiga ratus lima puluh rupiah) paling lama dalam waktu 1 bulan sesuadah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga bulan penjara. Sidang dipimpin oleh DR.Dedy Muhti Nugroho,SH,M.Hum, selaku hakim ketua, dan hakim anggota Ad Hocdr H Adly,S.H.M.H dan Hiashinta Pransiska Manalu,SH. Sedangkan panetra pengganti Dian Wahyudi, dan dihadiri oleh Hery Susanto,SH penuntut umum dan terdakwa didampingi penasehat hukumnya. Kejari Tanjung Jabung Barat Tri Joko SH melalui Kasi Pidsus nya Hery Susanto,SH mengaku benar terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan unit sekolah baru (USB) SMK Luqman Al Hakim Kec.Betara Tanjab Barat tahun 2016 tersebut sudah menjalankan sidang putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jambi. “Terdakwa itu merupakan kepsek, dia diputus majlis hakim dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar dan diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan, dan menghukum terdakwa SUM membayar uang pengganti sejumlah Rp348.725.350 (Tiga ratus empat puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh lima ribu tiga ratus lima puluh rupiah) paling lama dalam waktu 1 bulan sesuadah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga bulan penjara,” ungkapnya. Menurut dia, terkait putusan tersebut, terdakwa diberiwaktu berpikir untuk menyatakan sikap oleh Majlis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jambi. “Kita menyatakan sikap akan banding,” tandasnya.(IS)

Comment

Berita Berikutnya