mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Berita / Kota Jambi / Kriminal / Tanjab Barat

Senin, 8 Februari 2021 - 12:11 WIB

Cabul Anak Dibawah Umur, Pelatih Bola Terancam 15 Tahun Penjara

KUALATUNGKAL Lj- Tujuh anak – anak Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang masih dibawah umur, diduga menjadi Korban pencabulan.
Terduga bernisial JK (27) Pelatih sepak bola tanpa lisensi PSSI Tanjab Barat, di salah satu Desa, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjab Barat kini terpaksa berurusan dengan hukum. Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan terduga sudah diamankan dan menjalankan proses hukum lebih lanjut di Polres Tanjab Barat.”Pelaku disangkakan dengan Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kapolres, pada jumpa pers kemrin. Diceritakannya, Modus kedekatan antara anak didik dan pelatih, menjadi kesempatan Pelaku untuk melancarkan aksinya. Dari keterangan pihak Polres Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perbuatan penyimpangan seksual yang dilakukan terduga ini dilakukan sejak akhir Desember 2020 lalu. Kapolres Kabupaten Tanjung Jabung Barat AKBP Guntur Saputro, S. IK, MH menjelaskan, awal mula terungkapnya penyimpangan seksual yang dilakukan terduga Pelaku, adanya laporan dari salah satu orang tua Korban, jika anaknya menunjukkan perilaku tidak semestinya sedikit menyimpang kearah seksual. Saat ditanya, orang tua Korban mengetahui jika anaknya mendapatkan perilaku penyimpangan seksual dari orang yang selama ini dekat dengan anaknya, yang tidak lain adalah terduga Pelaku JK.”Pelaku sudah kita amankan di Rumah nya saat bersama salah satu Korban,” ungkap AKBP Guntur Saputro. Didampingi Kasat Reskrim AKP Jan Manto Hasiholan dan Anggota Ipda Epy Koto. Kapolres mengungkapkan, modus perilaku penyimpangan seksual yang dilakukan, terduga Pelaku memang memanfaatkan faktor kedekatan dalam melatih sepak bola.”Pelaku bukan pelatih dari PSSI Tanjab Barat. Pelaku dijadikan Pelatih karena memiliki pengalaman menjadi Asisten Pelatih di Medan tahun 2004,” beber Kapolres. Selain kedekatan itu, Pelaku juga memiliki keterampilan pangkas rambut dan kepada Korban diberikan dispensasi. Sehingga korban merasa berhutang budi.”Kemudian Korban mendapatkan perlakuan seks menyimpang,” ujarnya. Dalam kasus ini, Tujuh anak diduga menjadi Korban pencabulan dan satu diantaranya diduga turut disodomi Pelaku.”Kita masih melihat apakah ini masuk dalam Pedofilia atau tidak, tentunya hal itu tergantung kajian ahli jiwa. Dan Pelaku Pedofilia sendiri akan mendapatkan hukuman tambahan,” sebutnya.(IS)

Baja Juga  Bupati Anwar Sadat Audensi di Kementerian ESDM Pusat

Share :

Baca Juga

Berita

SKK Migas-KKKS di Jambi Gerak Bersama Wujudkan Kepedulian Siaga Covid-19 | Yuk di Rumah Aja

Berita

DPRD Muarojambi Sambut Kunker DPRD Bunggo

Advetorial

Bupati Safrial Bersama Rombongan Taburkan Ribuan Benih Ikan di Sungai Pengabuan

Berita

Selamat dan Sukses Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur

Advetorial

Sekda Tanjab Barat Tanda Tangani MoU Bersama BPN

Berita

Kejari Tanjung Jabung Barat Siap Jalankan Program Jaksa Agung

Advetorial

Bupati Safrial Sambut Sejuk Para Pendemo

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Membuka Resmi Forum Konsultasi Publik dan Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Tanjungjabung Barat