mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Berita / Pemerintahan / Tanjab Barat

Rabu, 22 Januari 2020 - 04:59 WIB

Dinkes Tanjabbar Fogging Wilayah Endemik DBD

KUALATUNGKAL,Lj – Merebaknya kasus demam berdarah dengue di beberapa Kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus melaksanakan pemberantasan nyamuk Demam berdarah dengan cara pengasapan (Fogging). Selasa (21/1) kemarin giliran Perumahan Pengabuan Permai RT 04 dan RT 20 Kelurahan Tungkal III Kecamatan Tungkal Ilir yang dilakukan Fogging.
Tak hanya Tungkal Ilir, fogging juga dilakukan di wilayah lainnya seperti di kecamatan tebing tinggi desa purwodadi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dr. Hj. Andi Pada M. Kes saat dikonfirmasi seusai kegiatan Fogging menyampaikan penyakit demam berdarah itu dapat dicegah dengan prilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal serta lingkungan sekolah oleh karena penyakit demam berdarah ini umumnya menyerang balita dan anak sekolah.

“Oleh karena itu kita berharap, semua masyarakat terlibat di dalam pencegahan penyakit DBD, keterlibatannya yaitu dapat membersihkan lingkungannya mulai dari lingkungan sendiri dan sekitarnya,” Ujar Kadis menghimbau.

Baja Juga  Kapolres Tanjab Barat Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Lilin 2019, Ini Pesan Beliau

Tentu masyarakat sudah tahu bagaimana cara mencegahnya seperti yang sering di sosialisasikan pemerintah yaitu 3M Plus menguras menutup tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas. Plusnya itu memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mencegah gigitan nyamuk dengan memakai lotion anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar.

“Untuk itu saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk membiasakan diri tidak membuang sampah ke kolong kolong rumah, Melainkan dikubur sampah tersebut atau dibuang ke tempat sampah,” ungkapnya.

Selain itu, dilanjutkan dr. Andi Pada, jika memang nantinya ada keluarga atau kerabat yang demam Maka sebaiknya harus bawa ke fasilitas kesehatan. Penghitungan hari demam dimulai pada hari pertama yaitu pada saat tubuh mulai merasa tidak nyaman

Baja Juga  Pemkab Muaro Jambi Bersama Ombusman RI Tandatangani Nota Kesepahaman

Dijelaskan dr. Andi Pada, fogging sebenarnya hanya membunuh nyamuk dewasa sementara jentik masih terus berkembang sebagai sumber penularan penyakit. Fogging dilakukan pada wilayah fokus yang ada kasus dbd, melalui tahapan notifikasi kasus (laporan adanya kasus DBD),kemudian dilanjutkan dengan Penyelidikan Epidemiologi untuk upaya pencegahan penularan.

Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, menanam tumbuhan yang bisa mengusir nyamuk seperti bunga lavender, sereh wangi dan yang lainnya.

“Jadi kesimpulannya adalah jauh lebih efektif Jika kita ingin mencegah penyebaran demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin serta membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat ,” tutupnya.(zio)

Share :

Baca Juga

Berita

Terserang DBD, Rumah Warga Jalan Kalimantan di Asap

Advetorial

Wabup Hairan Hadiri Deklarasi Janji Kerja dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Polres Tanjabbar

Berita

Zona Merah, Wabup Tanjabbar Tegaskan Jam Malam Dua Minggu

Berita

Lagi, Susu Gambar Beruang Kosong Dipasaran

Advetorial

Sekda Lantik Majelis Pembimbing dan Pengurus Saka Bakti Husada

Berita

Warga Tangkit Tangkap Buaya Ukuran 4 Meter ,Gunakan Sentrum Rakitan

Advetorial

Wabup Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran

Pemerintahan

Kembangkan Produksi Kopi Liberika Tungkal, Bupati Safrial MoU dengan UNJA