mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Tak Berkategori

Senin, 5 Agustus 2019 - 07:46 WIB

Hewan Kurban Harus  ada  Tanda Layak Dari Disbunak

Hewan Kurban Harus  ada  Tanda Layak Dari Disbunak

MUAROJAMBI,LJ -  Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Muarojambi menyatakan tidak menutup kemungkinan ada kambing dan sapi yang tidak layak kurban. Disbunnak menyebutkan seperti belum cukup umur dan sakit. Karena itu instansi yang dipimpin Zulkarnaini tersebut menurunkan tiga dokter hewan dan 15 para medis untuk melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban di peternak (kelompok tani), pedagang, rumah potong hewan, dan yang ada di masyarakat.

“Bisa mencapai ratusan ekor dalam sehari,” ujar Kepala Disbunnak Muarojambi, Zulkarnaini kepada wartawan kemarin.

Bagi hewan kurban yang belum layak tersebut ditandai dengan kode khusus. “Tim kesehatan hewan kurban sudah melakukan tugasnya sejak Jumat (2/8),” katanya.

Zulkarnaini juga mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan dilakukan di 11 kecamatan yang ada di Muarojambi. Bagi ternak yang sudah diperiksa dan layak juga diberi tanda oleh tim kesehatan.

Dia juga memberitahukan kebutuhan hewan kurban untuk Kabupaten Muarojambi mencapai 800-1000 ekor tiap tahun. Kebutuhan itu masih mampu dipenuhi para peternak lokal tanpa perlu mengimpor dari provinsi lain.
“Kita memiliki sentra peternakan di Kecamatan Sungai Bahar dan Sungai Gelam. Termasuk sentra ternak kecil di Kecamatan Mestong. Jadi masih cukup cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban ini,” jelasnya.

Dia menyebut pada perayaan Idul Adha, hewan yang paling dominan dikurbankan berupa sapi dan kambing. Sementara untuk ternak kerbau atau biri-biri sangat jarang dicari untuk dikurbankan.
“Kalaupun ada, hanya satu dua. Yang dominan itu sapi dan kambing. Begitu juga dengan ternak biri-biri. Paling banyak 50 ekor yang dikurbankan,” katanya

Mengenai harga hewan kurban, Zulkarnaini mengatakan sangat tergantung dari kesepakatan antara dan pembeli. Sementara Disbunnak bertugas memastikan stok hewan kurban tersedia serta memastikan hewan kurban sehat dan layak untuk dikurbankan.
“Hasil pantauan kami, harga jenis ternak sapi minimal Rp15 juta per ekor. Soal harga sangat tergantung dari kesepakatan,” pungkasnya.(Ari)

Share :

Baca Juga

Berita

Zona Merah, Jam Malam di Kualatungkal Kembali Diterapkan
Tren ,ISPA di Muaro Jambi Meningkat

Berita

Jalan Kampung Bupati Rusak Parah

Berita

PT LPPPI Gandeng Serikat Buruh Edukasi Masyarakat Disiplin Gunakan Masker

Berita

Bupati Masna Resmikan Kantor Desa Talang Bukit Bahar Utara

Berita

Pemkab Apresiasi Langkah PN Sengeti Jadikan Muaro Jambi Zona Integritas Bebas Dari KKN

Berita

Kejari Bakal Tetapkan DPO Mantan Kades Tanjung Pauh Kabur

Advetorial

Bupati Canangkan Tanjab Barat Sebagai Kabupaten Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan