mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Berita / Kesehatan / Kriminal / Pemerintahan / Pendidikan / Tanjab Barat

Rabu, 29 Juli 2020 - 08:19 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Marak, Dewan Akan Panggil Dinas Terkait

KUALATUNGKAL-Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Tanjab Barat mendapat perhatian khusus dari DPRD Tanjabbar. Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan DPRD Tanjabbar, Dedi Hadi menyatakan peran orang tua dan masyakarat sangat penting dalam mencegah kasus-kasus serupa.

 

“Pendidikan dan keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, orang tua dan masyakarat sekitar tempat tinggal perannya lebih dominan,”ungkap Dedi.

 

Kasus teranyar yaitu dugaan pemerkosaan terhadap tiga orang anak dibawah umur yang terjadi di kawasan Wisata Bukit Batu Kecamatan Batang Asam Tungkal Ulu Kabupaten Tanjab Barat

 

Baja Juga  Dewan Sebut Kenakalan Siswa Meningkat,Semenjak Belajar Daring

Pria yang juga Ketua DPD AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Tanjabbar ini berjanji akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas hal ini.

“Kalau kami dari DPRD Tanjabbar, karena kami bagian pemerintah daerah, kami akan panggil dan sampaikan ke dinas terkait seperti ¬†Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terkait hal ini,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini memaparkan, saat ini Kabupaten Tanjabbar juga sudah memiliki Perda tentang rencana pembangunan kepariwisataan, dimana dalam Perda tersebut sudah diatur tentang penyelenggaraan tempat wisata.

“Bagaimana penyelenggaraan tempat wisata, standar keamanan dan kenyamanan harus dipenuhi. Apalagi untuk anak-anak. Kalau tidak bisa memenuhi standar sesuai Perda, kita sarankan pemerintah daerah untuk ditutup saja,”tukasnya.

Dia juga enggan menyalahkan aparat penegak hukum atau ASN bila ada kasus serupa terjadi. Hal itu karena, jumlah mereka tidak sebanding dengan masyarakat yang ada.

“Tugas penegak hukum yakni menciptakan rasa aman, menindak saat ada pelanggaran. Bagaimana kita semua dijamin semua oleh penegak hukum. Lalu sarana pra sarana dan jalanan umum harus lebih terang khususnya area tempat bermain anak,” pungkasnya.(*/vin)

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Taekwondo Tanjab Barat Borong Medali di Kejuaraan Diskepora

Berita

Selamat dan Sukses Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur

Advetorial

Kejari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Bersama Lurah Se Kabupaten Tanjung Jabung Barat Berlangsung Lancar

Berita

Kapolres Lakukan Pemeriksaan Sel Tahanan Mapolres Muaro Jambi

Bisnis

SKK Migas-PetroChina Jabung Terima Apresiasi Bulan K3

Berita

Tak Berfungsi, Bangunan BWSS Anggaran Besar Hanya Jadi Pajangan

Tanjab Barat

PLN Rayon Kuala Tungkal Himbau Pelanggan PLN Tetap Membayar Kewajiban Seperti Biasa, Sebelum Ada Surat Resmi Penangguhan Listrik

Advetorial

Bupati Safrial Mengajak Masyarakat Bersama-Sama Memakmurkan Masjid