mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Tak Berkategori

Jumat, 9 Agustus 2019 - 15:40 WIB

Lagi, Dua Orang Pelaku Karhutla di Kec Pengabuan Senyerang Diamankan Polres Tanjabbar

Kapolres AKBP A.D.G Sinaga:Saya Menghimbau Kepada Masyarakat untuk tidak membuka lahan, membersihkan lahan dengan cara membakar, karena sekarang ini musim kemarau masih panjang, karena tumbuhan disekitar kita kering dan akan mudah terbakar.
KUALATUNGKAL Lj – Jajaran Mapolres Tanjab Barat berhasil membekuk pelaku Karhutla yang terjadi Parit Lapis Jumakum Ujung Kel. Senyerang Kec. Senyerang Tanjab Barat. Pelaku yang diamankan itu berinisial AHM (48) Petani warga Parit Lapis Jumakum Ujung Kel. Senyerang Kec. Senyerang Tanjab Barat, kini terpaksa menjalankan proses hukum di Mapolres Tanjab Barat. Kapolres Tanjab Barat AKBP A.D.G Sinaga,S.IK didampingi Kabag OPS Kompol R.P Nainggolan, Kasat Reskrim IPTU Dian Poernomo,S.IK,SH,MH, Kapolsek Pengabuan IPTU Agus Alexsander Purba,SH dan Kasubbag Humas IPTU H.Willemi YS pada jumpa pers kemarin, (9/8/19) menceritakan, pelaku AHM ini diamankan berdasarkan laporan polisi nomor LP/A-1/VIII/2019/Jambi/Res Tanjab Barat/Sek Pengabuan, Tanggal 01 Agustus 2019 tentang kebakaran lahan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 01 Agustus 2019 sekira pukul 16.00 WIB di Parit Lapis Jumakum Ujung Kel. Senyerang Kec. Senyerang Tanjab Barat. Awalnya, pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019 sekira pukul 16.00 WIB di Parit Lapis Jumakum Ujung Kel. Senyerang Kec. Senyerang Tanjab Barat tersangka berinisial AHM melakukan pekerjaan mawah dengan cara tebang tebas lahan berupa semak belukar liar dilahan gambut seluas 3 Hektar milik Selamat Hariyadi alias Jaki yang terletak di Parit Lapis Jumakum Ujung Kel. Senyerang Kec. Senyerang Tanjab Barat dikarekan ingin cepat tebang tebas tersebut tersangka mengumpulkan kayu kering/ranting yang ditumpukan dan membakar kayu tersebut dengan menggunakan satu buah mancis warna merah yang sudah dipersiapkan oleh pelaku setelah api tersebut menyala pelaku mencoba memadamkan dengan cara memukul mukul, namun api tetap menyala dan semakin membesar dan tak lama kemudian anggota Polri bersama sama tim RPK bersama masyarakat ikut membantu memadamkan api tersebut. Akibat kelalaian tersangka lahan seluas 1 Hektar milik Jaki yang terletak di TKP habis terbakar.”Saat ini tersangka sudah kita amankan dan menjalankan proses hukuman di Polres Tanjab Barat lebih lanjut,” ungkapnya. Selain pelaku, lanjut dia anggota juga berhasilkan sejumlah barang bukti yakni 2 batang kayu bakar, 1 bilah kapak dan satu buah mancis gas warna merah. Selang beberapa hari kemudian, ditambah Kapolres pihaknya juga berhasil mengamankan Karhutla yang terjadi di Parit Kapal Desa Margo Rukun Kec. Senyerang Kabupaten Tanjab Barat, terjadi hari Kamis 8 Agustus 2019 sekira pukul 16.30 WIB, pelaku yang diamankan satu orang berinisial SRI alias Siri (50) Petani warga Parit Kapal Desa Margo Rukun Kec. Senyerang Kabupaten Tanjab Barat. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti yakni 1 bilah gancu, 1 bilah parang, 1 buah mancis gas warna merah, dan 1 pasang sepatu bot. Dijelaskan dia, jadi pelaku Siri ini melakukan kegiatan membuka lahan perkebunan dengan cara menebas batang jagung kering dan kayu kayu kering yang ditumpukan menjadi 5 tumpukan setelah itu dilakukan pembakaran dengan cara menggunakan satu buah mancis untuk membakar batang jagung kering yang telah dipanen tersebut, setelah api menyala pelaku tidak dapat memadamkan api tersebut dikarenakan api sudah membesar dan dilakukan pemadaman oleh anggota Polri Polsek pengabuan. Akibat kelalaian tersangka lahan seluas satu hektar milik sendiri yang terletak di Parit Kapal Desa Margo Rukun Kec Senyerang hangus terbakar, api dapat dipadamkan sekira pukul 17.30 WIB oleh anggota.”Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan JO setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar atau barang siapa karena kesalahan (Kealpaan) menyebabkan kebakaran ledakan atau banjir sebagaimana dimaksud dalam pasal 108 Jo Pasal 69 ayat 1 huruf UU nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) atau pasal 188 Karhutla pidana dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dengan denda paling sedikit Rp 3 Milliar paling banyak Rp 10 Milliar atau dengan ancaman pidana penjara 5 tahun,” tandasnya. Disisi lain, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan, membersihkan lahan dengan cara membakar, karena sekarang ini musim kemarau masih panjang, karena tumbuhan disekitar kering dan akan mudah terbakar.”Langkah atau pencegahan dari kita Polres Tanjab Barat melakukan sosialisasi dor to dor untuk Margo Rukun secepatnya akan kita buat tim sosialisasi juga anggota akan diberangkatkan kesana dan akan berkoordinasi dengan Koramil, Camat dan Polsek dan Sat Binmas Polres. Dan kami juga ada kendaraan untuk Karhutla ini dari Polda dan kita geser kewilayah Pengabuan dan Senyerang karena akhir akhir ini banyak kejadian disana, kemudian mobil watter canon dari Polres kita geser ke Polsek Betara karena panas terik jadi mobil ini untuk menyiram kepinggir pinggir jalan,” tukasnya sembari mengaku masih melakukan penyelidikan pelaku lain Karhutla yang terjadi diwilayah Muntialo Kec Betara Tanjab Barat kemarin.(IS)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Safrial Buka BBGRM XVI dan HKG PKK Ke 47 Kec. Bram Itam

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Sambut Kunjungan Kasdam II/Sriwijaya Palembang

Berita

Dewan Sebut Dana Covid Harus Tepat Sasaran

Advetorial

Sekda Agus Sanusi Membuka Acara KLHS RPJMD

Advetorial

ASN Tanjab Barat dan Sekolah Masih Masuk Seperti Biasa
Anggaran Logistik Karhutla Minim, Masnah Solusikan gunakan dana Desa

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau dan Salurkan Bantuan Korban Longsor
Ketua dan Unsur Pimpinan DPRD Meriahkan Pawai HUT Ke- 20 Kabupaten Muaro Jambi