mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Tak Berkategori

Senin, 19 Agustus 2019 - 06:53 WIB

Lulus Kuliah Di Kairo, Zainaba Dapat Perhatian Dari Bupati Masnah

Lulus Kuliah Di Kairo, Zainaba Dapat Perhatian Dari Bupati Masnah

MUAROJAMBI,LJ – Zainaba Jumrinata Salah seorang santri asal kabupaten Muaro Jambi, Warga Rt 10 Desa Sekernan, kecamatan sekernan yang mengikuti tes jalur mandiri di UIN sunan Ampel Surabaya dan berhasil lulus menjadi mahasiswa universitas ternama dunia yaitu Al-Azhar di Kairo Mesir. Yang sebelumnya sempat diberitakan Terancam gagal berangkat kareana Terkendala keterbatasan dana.

Mendengar pemberitaan yang santer terdengar ini, akhirnya Bupati Muaro Jambi Hj.Masnah Busro Merespon dengan baik, Dan berjanji akan membantu Zainaba untuk mewujudkan cita-cita nya mengenyam pendidikan di Al-Azhar Kairo Mesir.

“ia saya kan baru tahu masalah ini dari pemberitaan media, Dan belum bertemu langsung dengan anak nya” Sebut Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan akan segera memberikan bantuan kepada Zainaba,

“Secepatnya akan kita cari anak nya, untuk selanjutnya kita berikan bantuan, insyaallah secepatnya” Ungkap Bupati.

zainaba Jumrinata, merupakan anak pertama dari pasangan bapak Bukhori dan ibu Rahina warga Rt 10 Desa Sekernan Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, yang merupakan santri teladan sekaligus hafal Alquran 30 juz alumni dari pondok pesantren jauharul falah yang berlokasi di desa sungai terap kecamatan Kumpeh ulu kabupaten Muaro Jambi.

“Alhamdulillah anak saya lulus dengan menduduki peringkat ke 188 dari kuota 1000 untuk Indonesia,” ungkap sang Ayah”.

Diterangkan Bukhori, usai menamatkan pendidikan di Pesantren itu, atas saran gurunya Zainaba Jumrinata mengikuti bimbingan di Ponpes Mumtaza di Bojonegoro untuk mendalami bahasa arab dan menghafal Alqur’an 30 judz yang menjadi syarat mutlak lulus Universitas Al-Azhar. Selama bimbingan empat bulan di sana, dia sudah merogoh kocek sekitar Rp15 jutaan. Beruntungnya bimbingan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Namun setelah dinyatakan lulus, timbul persoalan baru. Bukhori yang kesehariannya hanya menyadap karet dan menjadi Imam Mesjid kekurangan biaya untuk memberangkatkan anaknya ke Kairo.(Ari).

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Safrial Harapkan Konsep New Normal Sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru

Berita

Hari Ini, 44 Napi Lapas Kuala Tungkal Menjalankan Program Asimilasi Pemerintah, Cegah Penularan Virus Covid 19

Berita

DPRD Perjuangkan Ratusan Sertifikat Masyarakat Bahar Yang Sudah Puluhan Tahun di PTPN 6 

Berita

Selamat dan Sukses Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur

Berita

Masna Hadiri Panen Raya Padi Di Kumpeh Ulu

Berita

Kejari Tanjung Jabung Barat Melaksanakan Kegiatan JMS di SDN Pelabuhan Dagang

Advetorial

Bupati Safrial Didampingi Kadis PDK Tanjabbar Hadiri Rakor PTDI-STTD
Kondisi Jembatan Kelurahan Tungkal V Kec Seko Rusak Parah, Warga Butuh Pemkab Buka Mata Untuk Perbaikan