mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Tak Berkategori

Rabu, 18 September 2019 - 07:16 WIB

Muhammad Fadhil Arief: Birokrasi yang Bersih Kunci Membangun Daerah

Muhammad Fadhil Arief: Birokrasi yang Bersih Kunci Membangun Daerah

JAMBI,LJ – Berwawasan luas, terampil dalam bekerja adalah ciri yang tepat untuk menggambarkan sosok pemimpin hebat bernama Muhammad Fadhil Arief. Kepiawaiannya berkarier dalam dunia birokrasi nyatanya telah mampu mengantarkan dirinya menempati posisi tertinggi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi. Bagi dia, keberhasilan suatu pemerintahan dalam membangun daerah kunci utamanya bukan pada masyarakatnya, melainkan ada pada mental dan karakter birokrasinya.

Menyelami dunia birokrasi sudah digeluti Fadhil Arief sejak lama. Dimulai dari Kepala Seksi Pemerintahan dan Umum Kelurahan Pasar Baru, Kabupaten Batanghari pada 2005, lalu Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan Kecamatan Maro Sebo Ilir 2006, kemudian naik menjadi Camat Maro Sebo Ilir. Dengan kinerjanya yang baik, Fadhil diberi amanah memegang jabatan Sekretaris Dinas Perkebunan, Batanghari. Perlahan kariernya terus melonjak naik dari dua kali menjabat sebagai Kepala Dinas, lalu Plt Sekda Batanghari. Kini pria kelahiran Jambi 1 Juni 1975 itu dipercaya menduduki jabatan Sekda Muaro Jambi sejak 2018 lalu.

Bagi seorang abdi negara (PNS) menjadi seorang Sekda adalah jabatan prestisius yang patut diapresiasi. Bagaimana tidak, Sekda adalah orang nomor satu dalam dunia birokrat yang tugasnya membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang sekda bertanggung jawab langsung kepada kepala daerah. Hal inilah yang telah dilakukan Fadhil dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda. Ia harus bisa memastikan program-program kerja di Kabupaten Muaro Jambi tersusun dan terlaksana dengan baik, tanpa ada kesalahan atau cacat yang bisa merugikan semua pihak.

“Sebagai Sekda kita dituntut untuk bisa membantu bupati dan wakil bupati menyusun program atau kebijakan strategis yang muaranya adalah untuk kepentingan masyarakat. Tentu itu tidak mudah, karena kebijakan itu juga harus kita koordinasikan lagi dengan SKPD-SKPD terkait. Di samping itu, kita juga harus bisa melakukan pembinaan ASN, serta pelaksanaan fungsi lainnya yang diberikan bupati kepada kita,” ujar Fadhil saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/9/2019).

Fadhil bersyukur beberapa kebijakan Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi sudah terlaksana dengan baik. Misalnya, program revitalisasi pasar menjadi semi modern. Pasar rakyat yang menjadi sasaran program revitalisasi pada tahun ini adalah Pasar Simpang Pramuka, Kecamatan Sungai Gelam dan Pasar Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo. Lalu ada juga program revitalisasi ekonomi masyarakat desa di lahan gambut yang bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG). Program itu diadakan di Kecamatan Kumbeh.

“Program yang kita gulirkan bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.

Kabupaten Muaro Jambi juga selalu dilibatkan dalam kerjasama program Sister City di Provinsi Jambi. Pasalnya, dalam rangka pendampingan pengadaan barang dan jasa ini, ULP Kabupaten Muaro Jambi telah dinobatkan menjadi percontohan nasional. Sehingga banyak kabupaten-kabupaten di Indonesia yang ingin belajar bagaimana melalukan pengadaan barang dan jasa daerah yang bersih dan transparan.

“ULP Muaro Jambi jadi percontohan nasional, ini prestasi yang sangat luar biasa tidak hanya untuk Pemerintah Kab. Muaro Jambi, tetapi ini juga prestasi ini milik semua masyarakat khususnya bumi sailun salimbai Kabupaten Muaro Jambi,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, untuk bisa membangun daerah baik tingkat kabupaten atau provinsi, maka yang diperlukan adalah penataan birokrasinya. Sebagi Sekda, ia harus bisa memberikan contoh atau teladan kepada para ASN agar bisa menjadi seorang pelayan masyarakat yang baik. Tidak boleh kata dia, kekuasaan yang dimiliki sebagai pejabat eksekutif di daerah disalahgunakan, untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Karena itu, pola-pola koruptif atau sesuatu yang bersifat KKN, tegas Fadhil, harus dihilangkan dalam dunia birokrasi. Untuk bisa menciptakan birokrasi yang bersih dengan semangat melayani, menurutnya diperlukan adanya reformasi birokrasi.

“Reformasi birokrasi sangat diperlukan untuk menciptakan clean and good governance. Artinya diperlukan peran birokrasi yang profesional, berintegritas dan mampu menciptakan kondisi yang kondusif sehingga kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan masyarakat mampu mandiri. Jadi kunci pembangunan daerah itu letaknya ada di mental dan karakter birokrasinya,” tandasnya.

Prestasi Fadhil dalam menata dan membangun birokrasi yang bersih sudah terlihat sejak dia masih menduduki jabatan sebagai seorang camat. Pada masa itu, Fadhil sukses dua kali berturut-turut menjadikan Kecamatan Maro Sebo Ilir sebagai Kecamatan Over Target Penerimaan PBB se-Provinsi Jambi. Berhasil membawa Kecamatan Maro Sebo Ilir mendapatkan juara 1 lomba penilaian Unit Pelayanan Umum Tingkat SKPD se-Kabupaten Batanghari. Berhasil Menjadikan Kecamatan Maro Sebo Ilir sebagai kecamatan terbaik 1 dalam penilaian kecamatan se-Kabupaten Batanghari. Lalu berhasil membawa Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari mendapatkan juara 1 lomba Penilaian Unit Pelayanan Umum Tingkat SKPD se-Kabupaten Batanghari.

Tidak hanya itu, Fadhil juga sudah mendapatkan tanda kehormatan Satya Lacana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo. Sebuah prestasi yang membanggakan.

Saat disinggung apakah dirinya punya keinginan untuk kembali mengabdi dan berkarya membangun kampung halamannya di Batanghari. Pria yang dikaruniai empat orang anak itu mengatakan, setiap orang pasti ingin melihat tanah kelahirannya maju dan berkembangan menjadi daerah yang modern dan beradab. Namun semua itu tidak bisa dilakukan semudah membalikan telapak tangan. Melainkan butuh proses dan kerja keras. Ia sendiri terbiasa melalukan itu.

“Sebagai putra daerah tentu semua orang senang kalau melihat daerah atau tanah kelahiran kita ini maju. Memang tantangannya tidak mudah. Selain kerja keras, kita juga harus luruskan niat yang bersih agar kita tidak salah melangkah,” ucap penggemar buku yang mewarisi bakat kepamongan dari sang ayah itu.(***).

Share :

Baca Juga

Berita

Selundupkan Tiga Paket Sabu Dalam Empek-empek Ke Lapas Tungkal, Warga Sungai Saren Ditangkap

Advetorial

Tanjab Barat Raih Peringkat Pertama Kategori Aksi Konvergensi 1-4 Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Melaksanakan Sholat Perdana Bersama Masyarakat di Masjid Syaikh Utsman

Berita

Tak Berfungsi, Bangunan BWSS Anggaran Besar Hanya Jadi Pajangan

Berita

Mulyani-Amin 1, UAS-Hairan 2, Muklis-Supardi 3

Berita

Ketua DPRD Hadiri Peresmian Gedung Kantor PolSubsektor Sei.Gelam

Berita

Jalin Sungai Gelam Rusak Parah Robi : Pemda Muaro Jambi serta DPRD Muaro Jambi Harus Peka terhadap keluhan warga

Berita

UMKM Batik Jadi Prioritas Diskoporindag Muarojambi