mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Penghobi Hidroponik bersama Polres Tanjabbar berikan Sayuran Segar Pada Pasien Isolasi Covid-19 Bupati Safrial Ingatkan PNS dan Honorer Jaga Netralitas Dalam Pilkada SKK Migas Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Home / Berita / Muaro Jambi / Pendidikan

Kamis, 6 Februari 2020 - 10:58 WIB

Surat Keputusan Absensi Figer Print dikeluarkan diknas Muaro Jambi tidak Rasional

Surat Keputusan Absensi Figer Print dikeluarkan diknas Muaro Jambi tidak RasionalSurat keputusan diknas yang beredar

MUAROJAMBI,lJ – Para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak Kanakan (TK) kabupaten Muaro Jambi merasa keberatan atas surat edaran terkait untuk absen finger print yang mana jam kerjanya tidak sesuai denga tenagabelajar mengajar yang rasional.

“Terkait dengan absensi figer print yang diberlakukan pihak dinas pendidikan dan kebudayaan (PDK) kabupaten Muaro jambi,para guru PAUD dan TK merasa keberatan ,sebab hal tersebut terkesan memaksakan anak didik yang seharusnya masih dikategorikan sukanya bermain.
“Hal itu dinilai tidak rasional,karena sebelumnya tidak ada sosialisasi,tiba tiba ada surat dari dinas pendidikan dan kebudayaan Muaro jambi,bahwa jam masuk kerja jam 07.15 WIB dan pulang jam 14.15 WIB,sebut salah seorang guru PAUD kabupaten Muaro Jambi.

Baja Juga  52 Tenaga Auditor Masih Dibutuhkan Inspektorat Muaro Jambi

Semustinya hal itu harus ada konsultasi dan sosialisasi terhadap para guru,jangan main langsung keluarkan surat,dan hal itu dinilai tidak rasional,apa lagi surat yang dikeluarkan tidak ada dasar,hanya keputusan hasil rapat,kalau memang untuk ASN semestinya ada Kemendikbud no berapa gitu,atau bagaimana jadi surat tersebut masih menjadi kejnggalan bagi kami,”Pungkasnya.

Sementara itu PLT kadis pendidikan dan kebudayaan kabupaten Muaro Jambi,Erwanisah saat di tanyain lingkarjambi.com Kamis (6/01/20) didepan kantor Kejari Muaro Jambi memgatakan,hal itu sesuai dengan aturan ASN Bahwa,ASN itu diwajibkan masuk kerja itu guru ya,diwajibkan masuk kerja selam 37,5 jam.” Guru itukan ASN juga ketika dia pegawai negeri namun yang non pegawai negeri tidak termasuk dalam kategori itu,selam inikan tidak ada aturan yang mengacu bahwa guru inikerjanya 37,5 jam setiap minggu,”sebut Erwanisah.

Baja Juga  DPRD Bakal Lapor Soal Izin Ternak Ayam,DMPTSP Akan Bicara

Lanjutnya,dengan adanya finger print terpantau 37.5 jam itu ketemu tidak,kemarin saya minta dengan sekdis ,duduk bersama dengan para guru guru dan kepala sekolah juga,setelah duduk bersama itulah ada kesepakatan,sehingga jam kerja pegawai negeri 37,5 jam itu harus terpenuhi,”tegasnya.

Ketika ditanyai,terkait dengan surat keputusan berdasarkan keputusan rapat surat yang dikeluarkan pihak dinas kemarin,Kadis mengatakan sebenarnya itu aturan kepegawaianlah,nanti saya cek kembali,karena kemarin pak sekdis mendadak masalahnya,coba nanti saya cek kembali,”tutur erwanisah.(Ari)

Share :

Baca Juga

Berita

Selamat dan Sukses Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur

Berita

Bupati Masna Himbau Masyarakat Untuk Berpartisipasi sukseskan Sensus Penduduk 2020

Advetorial

Wakil Bupati Berikan Semangat Penuh Bagi PERPANI Beraudensi

Berita

SKK Migas – KKKS PetroChina Salurkan Tabung Oksigen ke Pemprov Jambi untuk Penanganan Covid-19

Berita

Tim Penguatan Pelaksanaan WBK dan WBBM Kejati Jambi ‘Sidak’ ke Kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat

Berita

Tanda Tangan Masyarakat di Ragukan, PTSP Keluarkan Izin

Advetorial

Bupati Safrial Sambut Baik Audiensi DPD KNPI Tanjabbar

Berita

Pemuda Anel Kumpul di Posko Sederhana, Solitkan Dukungan Mulyani-Amin Menuju BH 1 EZ